Apresiasi Pelaksanaan Sosialisasi PMK, Para Peternak di Jember Harapkan Pemerintah Berikan Bantuan Vaksin Khusus Hewan Ternak Mereka

Reporter: Saeful

Jember | Gerbang Indonesia News – Sebagai salah satu langkah awal untuk mengatasi penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang menyerang hewan berkuku belah terutama hewan ternak, Puskeswan wilayah Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menyelenggarakan sosialisasi kewaspadaan dini penularan PMK di Aula Sesa Mlokorejo, Kamis 16/6/2022.

Kegiatan ini diikuti oleh para Peternak Sapi, Kambing maupun Domba di wilayah Mlokorejo. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberi 2 nara sumber dari Dinas Kesehatan Hewan, dan Dokter hewan, hadir pula Kepala Desa, Babinkamtibmas, serta Babinsa.

Baca juga:  HUT Ke-49 PDIP Wakil Bupati Labusel Pimpin Upacara dan Sekaligus Menyerahkan Santunan Pada 37 Anak Yatim serta 30 Orang Disabilitas

Dalam penyampaiannya drh. Ninik.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait, bagaimana mengenali ciri-ciri hewan yang terkena PMK yakni : Sapi menunjukan gejala lemas, demam tinggi, tidak mau makan atau masih mau makan namun mengalami kesulitan untuk makan, meningkatnya produksi air liur, terdapat lepuh-lepuh yang kemudian berubah menjadi luka pada bagian hidung, didalam mulut, serta pada kaki sekitar kuku”, ucap Drh.Ninik, Kamis 16/6/2022.

“Kemudian ciri-ciri penularannya yaitu : kontak langsung antar hewan sehat dan hewan terinfeksi, lewat pakan, air dan peralatan kandang yang tercemar oleh virus, melewati angin. Ini pun yang saya lihat waktu penanganan di wilayah Pandemi, di Desa Jambiarum, serta Wonosari, dan kini daerah ini sudah kondusif dan aman”, ungkapnya.

Baca juga:  25 Tahun K2S, Tetap Guyup Rukun Jadi Pedoman

Kemudian Misnadi sebagai nara sumber kedua dari Dinas PPL mengatakan, bahwa para Peternak harus memahami ciri-ciri terjangkitnya PMK pada hewan-hewan peliharaannya, guna mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

“Peternak sapi harus paham ciri-ciri yang disampaikan oleh Dokter Hewan tadi. Apabila Sapi terinfeksi virus segeralah di isolasi dikandang tersendiri, kemudian berkoordinasi dengan Dokter Hewan setempat atau kepada Dinas PPL kesehatan, dan diharapkan agar pada setiap kandang disemprotkan disinfektan, serta menjaga kebersihan kandang”, ujar Mursidi.

Baca juga:  Wujud Nyata Pelayanan Warga, Haris Kelana Sidak Lokasi Banjir di Pemukiman Warga

Sementara itu, Naki salah seorang Peternak Sapi mengatakan, dirinya berharap pihak Pemerintah bisa membantu para Peternak dengan menyiapkan Vaksin khusus hewan ternak.

“Harapan para Peternak Sapi, Pemerintah harus mengeluarkan Vaksin khusus hewan, agar bisa menanggulangi terjangkitnya PMK terhadap Sapi, sehingga para Peternak Sapi tidak merasa ketakutan dengan keadaan yang sekarang ini”.(SF)

Tinggalkan komentar