Enzilia Fiani Putri Naen Menderita Kelainan Kongenital Selama 14 Tahun

Reporter: Robert.M

Manggarai | Gerbang Indonesia – Anak usia 14 tahun ini menderita kelainan kongenital (kelainan bawaan sejak lahir) kondisi ini disebabkan oleh gangguan selama masa tumbuh janin dalam kandungan, Rabu 5 Januari 2022.

kelainan kongenital ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan cacat atau gangguan fungsi pada organ tubuh atau bagian tubuh tertentu.

Usia dewasa maupun usia lanjut (Lansia) umumnya memiliki risiko yang cukup tinggi untuk terserang penyakit namun nyatanya Anak berusia 14 tahun ini memiliki risiko yang sama mengalami penyakit sejak lahir.

Baca juga:  Koperasi WKM PWI Kabupaten Bogor Gelar RAT Perdana, Banjir Apresiasi

Saat Gerbang Indonesia mendatangi Rumah kediaman Enzi di dusun Raci Desa Wae Codi Kec. Cibal Barat Kab. Manggarai Selasa 4 Januari 2022 kami sudah hampir keluar masuk di RS St.Rofael Cancar, tetap tidak ada perubahan kata dokter kemarin, kalau anak saya ini menderita penyakit bawaan dari lahir. Sehingga sampai sekarang ini anak saya ini tidak mau lagi untuk bawa ke Rumah sakit RS,” ungkap Ibu Enzi.

Baca juga:  DPRD Kabupaten Pemalang, Komisi B Serius Mengawal RPJMD Tahun 2021-2026 untuk Pembangunan Pemalang

Untungnya ada Lembaga Ayu Indonesia yang memberi bantuan terhadap anak kami berupa kursi roda dan susu, itu bisa dapat 2 kali dalam sebulan. Tapi itupun waktu dia masihasi umur 2 sampai 5 tahun dia dapat susu dan umur 6 tahun anak saya diberi bantuan Kursi Roda oleh Lembaga Ayu Indonesia tersebut.

Semenjak memasuki 8 tahun Enzi ini tidak ada lagi lembaga yang mau bantu,Samapi dia umur 14 tahun sekarang.

Baca juga:  Pemerintah Kab. Barru Menggelar Sayembara Logo Dalam Rangka Hari Jadi Kab. Barru Ke-62

Kami juga pernah laporkan anak saya ke dusun Raci, mengenai kondisi yang kami hadapi ini apakah ada bantuan dari Pemerintah Desa, tapi malah kedatangan kami di tolak oleh dusun Raci, katanya kalau anak saya belum cukup umur untuk mendapat bantuan Covid-19. Sampai saat tidak ada sama sekali dari Desa.

Saya harap semoga pemerintah tidak menutup mata dengan kondisi keluarga kami,” tutur ibu Enzi. (Robert.M)

Tinggalkan komentar